Niat Baik

Written by Razzaz on November 19, 2016

"Lo hari ini dirumah?", Iya men, mau kesini tah?, "Bentar lagi nyampe..". Beberapa waktu setelah itu, Tinn tinn! Suara klakson. "Oi ayo buruan, laper nih", sambil melemparkan kunci mobilnya ke arah saya. "Lo yg bawa, ntar gue yg bayar makannya" katanya. 'Katanya' ingat itu. =="

Di jalan menuju tempat sarapan (makan siang tepatnya), Saya berhenti dan mematikan mesin. Dari arah yang berlawanan, terlihat becak mungil lengkap dengan pengemudinya dan juga penumpangnya. Pengemudinya berusia lanjut, kakek dengan banyak cucu sepertinya, sedangkan penumpangnya, ibu-ibu gemuk dengan barang belanjaan menumpuk penuh di pangkuannya.

Saya berhenti tepat di puncak jalan yang menanjak, dan becak kakek itu berada di lembah, dan hendak menanjak menuju arah kami. "Pasti si kakek ini ga kuat nanjak" pikir saya. Akhirnya kami memutuskan keluar dan hendak membantu. "Bentar-bentar, coba lo liat, kakek itu bukannya berhenti malah tetep gowes becaknya dho.." "Udah jangan banyak omong, ayo buruan kita ban....". Saya belum menyelesaikan kalimat, kakek itu sudah berada di samping kami, dan melempar senyum. Saya melanjutkan kalimat tadi "...tu". Kami berdua masih terperangah dan tidak percaya, bukan karena kehebatan si kakek, tetapi, Ternyata... itu becak motor :").

Kami merasa kenyang seketika.